Rabu, 27 April 2016

SARIAWAN? JANGAN DISEPELEKAN!


Teman-teman semua pastinya sudah tidak asing dong dengan yang namanya sariawan? Ya, saat kita sariawan rasanya sangat tidak nyaman, apalagi bagi penyuka makanan pedas, terutama ketika makanan yang kita sukai menggores luka cekungan dan membuat mulut kita terasa sangat perih? Wah, rasanya makan apapun jadi berkurang kelezatannya.

Di sini saya akan membahas beberapa hal mengenai sariawan. Nah, sebelumnya apa sih yang dimaksud dengan sariawan?



Sariawan atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan stomatitis merupakan radang yang terjadi pada mukosa (pipi bagian dalam) mulut biasanya berupa bercak putih kekuningan.
Memang sariawan ini termasuk penyakit yang ringan, tetapi akan sangat mengganggu bagi kita ketika makan, apalagi jika menyentuh luka sariawan itu. Beberapa orang berpikir untuk mengurangi atau secara tidak sadar mereka mengurangi waktu makan mereka. Alasannya simple, “Sedang tidak berselera makan”. Hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan juga karena dengan jarangnya kita mengunyah, maka air liur yang diproduksi juga akan berkurang sehingga akan membuat mulut kering dan kemudian menyebabkan bau mulut.

Ternyata sariawan itu ada beragam lho jenisnya. Berikut ini adaah jenis-jenis sariawan:
1.      Stomatitis Afthosa
Sariawan ini terjadi akibat tergigit atau luka benturan dengan sikat gigi. Seseorang yang sariawan biasanya tanpa disengaja selalu menggigit bagian/daerah yang sama berkali-kali.
2.      Oral Thrush/ Moniliasis
Disebabkan oleh jamur candida albicans, banyak dijumpai di lidah.
3.      Stomatitis Herpetic
Disebabkan virus herpes simpleks dan berlokasi di bagian belakang tenggorokan. Sariawan ini biasanya akan muncul bersamaan dengan penyakit herpes. Karena sariawan ini dipicu oleh virus dari penyakit herpes. Ciri dari sariawan ini timbul secara bersamaan sehingga banyak sariawan pada mulut, sebeum muncul sariawan jenis ini, mulut akan terasa panas dan juga merasakan nyeri. Dan penyembuhan untuk sariawan jenis ini bisa sampai seminggi hingga 10 hari lamanya.

Setelah mengetahui apa itu sariawan, maka tentunya terdapat hal-hal yang dapat menyebabkan sariawan itu sendiri. Ini dia penyebabnya ....
Ø  Daya tahan tubuh yang rendah
Ø  Kondisi mulut seperti kebersihan mulut yang buruk, luka pada mulut karena makan atau minuman yang terlalu panas
Ø  Luka akibat menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang
Ø  Kekurangaan vitamin B12 dan vitamin zat besi
Ø  Panas dalam

Namun, jika teman-teman sudah terlanjur terkena sariawan, maka sebaiknya dilakukan langkah pengobatan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sariawan ini. Baik secara alami/ tradisional maupun menggunakan obat-obatan. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sariawan:
·         Larutan garam
Cara yang paling sering digunakan orang untuk meredakan nyeri sariawan ialah dengan menggunakan larutan garam. Caranya, gunakan air hangat sekitar 100 cc atau sekitar setengah gelas belimbing. Aduk satu sendok makan garam sampai larut. Lalu Anda bisa berkumur dengan menggunakan larutan tersebut. Kandungan garam dipercaya akan mengikat luka sariawan.
·         Bubuk kopi
Mengatasi sariawan dengan menggunakan bubuk kopi juga lazim dijadikan saran. Caranya dengan membubuhkan bubuk kopi yang kering diatas luka, lalu diamkan sesaat kemudian bilas dengan air bersih.
·         Bawang dan pepaya
Orangtua kerap kali menyarankan obat sariawan berupa irisan bawang dan pepaya. Caranya, iris tipis bawang merah lalu tempelkan pada luka. Begitu juga halnya dengan pepaya. Diamkan sesaat lalu kumur mulut dengan air hangat. Lakukan 3-5 kali sehari.
·         Baking soda
Bubuk pengembang kue ini lumayan banyak manfaat diluar fungsi utamanya. Untuk sariawan, larutkan baking soda dengan air hangat sehingga berbentuk seperti krim. Kemudian oleskan krim tersebut pada luka sariawan. Bisa juga larutkan baking soda menjadi obat kumur.
·         Madu
Anda bisa menggunakan madu murni ataupun salep madu untuk mengobati sariawan. Cukup oleskan saja pada luka di mulut, ulangi sampai tiga kali sehari.
·         Daun sirih
Jika Anda mudah menemukan daun sirih, kunyah saja 1-2 lembar daun sirih. Jangan lupa mencucinya terlebih dahulu. Kunyah-kunyah daun sirih untuk beberapa waktu, arahkan ke luka sariawan lalu berkumurlah dengan air hangat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Pada intinya, semua penyakit itu tidak ada yang enak untuk dirasakan. Termasuk juga sariawan yang bahkan masih tergolong penyakit yang ringan. Namun jangan sepelekan sariawan, karena sariawan juga bisa menjadi gejala dari penyakit lain yang lebih berat seperti kanker rongga mulut. Untuk itu sebaiknya melakukan langkah pencegahan dibanding dengan melakukan pengobatan, karena pengobatan tidak perlu dilakukan jika kita bisa mencegahnya sebelum penyakit itu timbul. Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah sariawan adalah sebagai berikut:
ü  Menggunakan sikat gigi yang bagus
ü  Menghindari makanan yang keras
ü  Tidak berlebihan memakan makanan yang pedas
ü  Mengurangi stress
ü  Mengkonsumsi buah

Banyak orang awam berasumsi bahwa dengan mengkonsumsi vitamin C dapat mempercepat proses penyembuhan. Benar atau tidak?
Vitamin C memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, Vitamin C tak dapat disimpan dalam tubuh. sehingga memang perlu dikonsumsi setiap hari. Tapi akibat kesadaran tinggi akan perlunya vitamin C, banyak orang disekitar kita menyantapnya berlebihanBerdasarkan data yang saya dapatkan, ternyata mengkonsumsi vitamin C pada saat sariawan itu tidak tepat. Mengapa? Karena rata-rata suplemen vitamin C memiliki dosis yang tinggi. Terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C akan menyebabkan penyerapan dan penggunaan B12 terganggu. Terlalu tinggi dosis vitamin C juga dapat memacu kerja ginjal lebih tinggi sehingga ginjal perlu bekerja lebih keras.  

Semoga bermanfaat ^_^


Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar