Teman-teman
semua pastinya sudah tidak asing dong
dengan yang namanya sariawan? Ya,
saat kita sariawan rasanya sangat tidak nyaman, apalagi bagi penyuka makanan
pedas, terutama ketika makanan yang kita sukai menggores luka cekungan dan
membuat mulut kita terasa sangat perih? Wah,
rasanya makan apapun jadi berkurang kelezatannya.
Di
sini saya akan membahas beberapa hal mengenai sariawan. Nah, sebelumnya apa sih
yang dimaksud dengan sariawan?
Sariawan atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan stomatitis merupakan radang yang terjadi pada mukosa (pipi bagian dalam) mulut biasanya berupa bercak putih kekuningan.
Memang
sariawan ini termasuk penyakit yang ringan, tetapi akan sangat mengganggu bagi
kita ketika makan, apalagi jika menyentuh luka sariawan itu. Beberapa orang
berpikir untuk mengurangi atau secara tidak sadar mereka mengurangi waktu makan
mereka. Alasannya simple, “Sedang tidak berselera makan”. Hal tersebut
sebaiknya tidak dilakukan juga karena dengan jarangnya kita mengunyah, maka air
liur yang diproduksi juga akan berkurang sehingga akan membuat mulut kering dan
kemudian menyebabkan bau mulut.
Ternyata
sariawan itu ada beragam lho
jenisnya. Berikut ini adaah jenis-jenis sariawan:
1.
Stomatitis
Afthosa
Sariawan
ini terjadi akibat tergigit atau luka benturan dengan sikat gigi. Seseorang yang
sariawan biasanya tanpa disengaja selalu menggigit bagian/daerah yang sama
berkali-kali.
2.
Oral
Thrush/ Moniliasis
Disebabkan
oleh jamur candida albicans, banyak dijumpai di lidah.
3.
Stomatitis
Herpetic
Disebabkan
virus herpes simpleks dan berlokasi di bagian belakang tenggorokan. Sariawan ini
biasanya akan muncul bersamaan dengan penyakit herpes. Karena sariawan ini
dipicu oleh virus dari penyakit herpes. Ciri dari sariawan ini timbul secara
bersamaan sehingga banyak sariawan pada mulut, sebeum muncul sariawan jenis
ini, mulut akan terasa panas dan juga merasakan nyeri. Dan penyembuhan untuk sariawan
jenis ini bisa sampai seminggi hingga 10 hari lamanya.
Setelah
mengetahui apa itu sariawan, maka tentunya terdapat hal-hal yang dapat
menyebabkan sariawan itu sendiri. Ini dia penyebabnya ....
Ø Daya
tahan tubuh yang rendah
Ø Kondisi
mulut seperti kebersihan mulut yang buruk, luka pada mulut karena makan atau
minuman yang terlalu panas
Ø Luka
akibat menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang
Ø Kekurangaan
vitamin B12 dan vitamin zat besi
Ø Panas
dalam
Namun,
jika teman-teman sudah terlanjur terkena sariawan, maka sebaiknya dilakukan
langkah pengobatan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sariawan
ini. Baik secara alami/ tradisional maupun menggunakan obat-obatan. Berikut cara
yang bisa dilakukan untuk mengatasi sariawan:
·
Larutan garam
Cara
yang paling sering digunakan orang untuk meredakan nyeri sariawan ialah dengan
menggunakan larutan garam. Caranya, gunakan air hangat sekitar 100 cc atau
sekitar setengah gelas belimbing. Aduk satu sendok makan garam sampai larut.
Lalu Anda bisa berkumur dengan menggunakan larutan tersebut. Kandungan garam
dipercaya akan mengikat luka sariawan.
·
Bubuk kopi
Mengatasi
sariawan dengan menggunakan bubuk kopi juga lazim dijadikan saran. Caranya
dengan membubuhkan bubuk kopi yang kering diatas luka, lalu diamkan sesaat
kemudian bilas dengan air bersih.
·
Bawang dan pepaya
Orangtua
kerap kali menyarankan obat sariawan berupa irisan bawang dan pepaya. Caranya,
iris tipis bawang merah lalu tempelkan pada luka. Begitu juga halnya dengan
pepaya. Diamkan sesaat lalu kumur mulut dengan air hangat. Lakukan 3-5 kali
sehari.
·
Baking soda
Bubuk
pengembang kue ini lumayan banyak manfaat diluar fungsi utamanya. Untuk
sariawan, larutkan baking soda dengan air hangat sehingga berbentuk seperti
krim. Kemudian oleskan krim tersebut pada luka sariawan. Bisa juga larutkan
baking soda menjadi obat kumur.
·
Madu
Anda
bisa menggunakan madu murni ataupun salep madu untuk mengobati sariawan. Cukup
oleskan saja pada luka di mulut, ulangi sampai tiga kali sehari.
·
Daun sirih
Jika Anda mudah menemukan daun
sirih, kunyah saja 1-2 lembar daun sirih. Jangan lupa mencucinya terlebih dahulu.
Kunyah-kunyah daun sirih untuk beberapa waktu, arahkan ke luka sariawan lalu
berkumurlah dengan air hangat. Lakukan 2-3 kali sehari.
Pada
intinya, semua penyakit itu tidak ada yang enak untuk dirasakan. Termasuk juga
sariawan yang bahkan masih tergolong penyakit yang ringan. Namun jangan
sepelekan sariawan, karena sariawan juga bisa menjadi gejala dari penyakit lain
yang lebih berat seperti kanker rongga mulut. Untuk itu sebaiknya melakukan
langkah pencegahan dibanding dengan melakukan pengobatan, karena pengobatan
tidak perlu dilakukan jika kita bisa mencegahnya sebelum penyakit itu timbul. Beberapa
cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah sariawan adalah sebagai berikut:
ü Menggunakan
sikat gigi yang bagus
ü Menghindari
makanan yang keras
ü Tidak
berlebihan memakan makanan yang pedas
ü Mengurangi
stress
ü Mengkonsumsi
buah
Banyak orang awam berasumsi bahwa dengan mengkonsumsi vitamin C dapat mempercepat proses penyembuhan. Benar atau tidak?
Vitamin
C memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, Vitamin C tak dapat disimpan dalam tubuh. sehingga memang perlu dikonsumsi setiap hari. Tapi akibat kesadaran tinggi akan perlunya vitamin C, banyak orang disekitar kita menyantapnya berlebihan. Berdasarkan
data yang saya dapatkan, ternyata mengkonsumsi vitamin C pada saat sariawan itu
tidak
tepat. Mengapa? Karena rata-rata suplemen vitamin C memiliki dosis yang
tinggi. Terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C akan menyebabkan penyerapan dan
penggunaan B12 terganggu. Terlalu tinggi dosis vitamin C juga dapat memacu
kerja ginjal lebih tinggi sehingga ginjal perlu bekerja lebih keras.
Semoga bermanfaat ^_^
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar